JAKARTA — Indosat Ooredoo Hutchison memproyeksikan lonjakan trafik data dua digit di wilayah Jakarta Raya selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Antisipasi dilakukan dengan penguatan dan optimalisasi kapasitas jaringan di ratusan base transceiver station (BTS), terutama di kawasan penyangga dengan mobilitas tinggi.
Wilayah yang menjadi fokus pengamanan jaringan mencakup Outer Jakarta dan sebagian Jawa Barat, mulai dari Bogor, Tangerang, Pandeglang, Pangandaran, Cianjur, hingga Sukabumi. Kawasan-kawasan tersebut dinilai memiliki peran strategis sebagai jalur pergerakan masyarakat, baik untuk wisata, kunjungan keluarga, maupun aktivitas lintas kota dan kabupaten selama libur akhir tahun.
Indosat memperkirakan puncak penggunaan layanan terjadi pada 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Lonjakan trafik diprediksi terkonsentrasi di pusat perbelanjaan, kawasan hiburan, area perkantoran, restoran, hingga hunian vertikal—lokasi yang menjadi titik aktivitas utama masyarakat perkotaan selama libur panjang.
Tren konsumsi digital selama periode tersebut diperkirakan masih didominasi oleh layanan video streaming, media sosial, aplikasi pesan instan, gim daring, serta aplikasi pendukung mobilitas seperti navigasi, pemesanan makanan, dan pembayaran digital. Seluruh aktivitas itu menuntut kualitas jaringan yang stabil di tengah kepadatan pengguna.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Indosat melakukan optimalisasi kapasitas jaringan di 98 BTS yang tersebar di 59 kecamatan di wilayah Outer Jakarta. Penguatan difokuskan pada kawasan permukiman padat, pusat aktivitas publik, serta jalur utama perjalanan dan transportasi yang diperkirakan mengalami peningkatan trafik signifikan selama Nataru.
Karakteristik wilayah penyangga Jakarta yang dinamis dan berintensitas mobilitas tinggi disebut menjadi tantangan tersendiri bagi kualitas layanan. Untuk itu, Indosat memanfaatkan teknologi AIvolusi5G guna mengelola distribusi kapasitas jaringan secara dinamis dan real-time, sehingga performa tetap terjaga meski terjadi lonjakan trafik di titik-titik tertentu.
Selain penguatan BTS eksisting, Indosat juga menyiagakan kapasitas tambahan di lokasi dengan potensi lonjakan tertinggi, termasuk pusat perbelanjaan dan area publik berkapasitas besar. Seluruh kesiapan jaringan dipantau melalui Command Center yang beroperasi 24 jam sehari untuk mendeteksi dan menangani potensi gangguan sejak dini.
EVP–Head of Circle Jakarta Raya Indosat Ooredoo Hutchison, Chandra Pradyot Singh, mengatakan wilayah Outer Jakarta memegang peran penting dalam pergerakan masyarakat selama libur akhir tahun. “Kami memastikan jaringan tetap stabil dan andal di tengah mobilitas tinggi, agar pelanggan tetap terhubung dengan nyaman, baik saat dalam perjalanan maupun di lokasi tujuan,” ujarnya.
Pemanfaatan AIvolusi5G, menurut Indosat, juga menjadi bagian dari transformasi perusahaan menuju AI TechCo. Teknologi ini memungkinkan deteksi pola trafik yang lebih akurat, respons cepat terhadap lonjakan penggunaan, serta penguatan layanan di kawasan urban yang didominasi penggunaan jaringan indoor.
Selain stabilitas jaringan, teknologi tersebut juga menghadirkan perlindungan digital melalui fitur Anti-Spam dan Anti-Scam berbasis jaringan, yang bekerja secara real-time tanpa memerlukan aplikasi tambahan. Indosat menilai fitur ini penting untuk menjaga keamanan komunikasi pelanggan selama periode libur akhir tahun.
Dengan kombinasi penguatan infrastruktur, pemantauan 24/7, optimasi berbasis kecerdasan buatan, dan perlindungan digital, Indosat menargetkan pengalaman komunikasi tetap terjaga di tengah kepadatan aktivitas Nataru di Jakarta Raya dan sekitarnya.


