JAKARTA — Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Indosat Ooredoo Hutchison memperkuat kesiapan jaringan di kawasan Jakarta Raya melalui ekspansi jaringan 5G berbasis kecerdasan artifisial, AIvolusi5G. Langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi lonjakan trafik data di wilayah dengan tingkat mobilitas dan aktivitas digital tertinggi di Indonesia.
Penguatan jaringan mencakup wilayah Inner Jakarta, Outer Jakarta, hingga sejumlah kawasan di Jawa Barat. Indosat menilai Jakarta Raya memiliki karakter lalu lintas data yang padat dan dinamis, terutama saat periode libur panjang yang ditandai peningkatan perjalanan, konsumsi konten digital, dan transaksi daring.
EVP–Head of Circle Jakarta Raya Indosat Ooredoo Hutchison, Chandra Pradyot Singh, mengatakan konektivitas pada momen Nataru tidak hanya menuntut kecepatan, tetapi juga stabilitas dan keamanan layanan. “Melalui AIvolusi5G, jaringan kami dibuat lebih adaptif dan andal untuk menjawab kebutuhan digital masyarakat di tengah lonjakan aktivitas,” ujarnya, Senin, 23 Desember 2025.
Berbeda dengan pendekatan konvensional, AIvolusi5G memungkinkan jaringan beradaptasi secara real-time terhadap kondisi lapangan. Teknologi ini mengelola kepadatan pengguna, pola mobilitas, serta distribusi kapasitas secara dinamis, sehingga kualitas layanan tetap terjaga meski trafik meningkat tajam.
Di wilayah Inner Jakarta—yang meliputi DKI Jakarta serta Depok, Bekasi, dan Karawang—ekspansi 5G Indosat telah menjangkau 32 kecamatan atau sekitar 26 persen dari total wilayah, dengan tingkat cakupan mencapai 34 persen. Jaringan difokuskan pada pusat bisnis, kawasan perkantoran, pusat komersial, serta koridor mobilitas utama dengan kepadatan gedung dan trafik data tinggi.
Sementara di kawasan Outer Jakarta, mencakup Tangerang, Bogor, Cianjur, Banten, hingga Sukabumi, jaringan 5G Indosat telah hadir di 20 kecamatan atau sekitar 7 persen dari total wilayah, dengan cakupan 3,3 persen. Fokus penguatan diarahkan ke jalur pergerakan utama dan kawasan penyangga aktivitas Jakarta Raya.
Adapun di wilayah Jawa Barat, ekspansi 5G Indosat menjangkau 45 kecamatan di lima kota dan kabupaten, dengan cakupan mencapai sekitar 93 persen dari wilayah prioritas. Penguatan diarahkan ke kawasan urban, pusat pertumbuhan ekonomi, permukiman padat, serta jalur penghubung antarkota.
Indosat menyebut penguatan jaringan di pusat kota diarahkan untuk menjaga stabilitas layanan di lingkungan urban yang kompleks, terutama saat jam sibuk dan periode puncak Nataru. Ekspansi 5G di Jakarta Raya akan terus dilakukan secara bertahap.
Selain peningkatan performa jaringan, AIvolusi5G juga dilengkapi fitur perlindungan digital berupa Anti-Scam dan Anti-Spam berbasis jaringan. Fitur ini bekerja secara otomatis untuk menyaring panggilan dan pesan mencurigakan tanpa memerlukan aplikasi tambahan.
Indosat mencatat, sejak diluncurkan fitur tersebut telah memblokir lebih dari 200 juta panggilan berisiko dan mendeteksi sekitar 90 juta pesan mencurigakan, dengan perlindungan terhadap rata-rata 11,5 juta pelanggan per bulan. Perlindungan ini dinilai krusial di tengah tingginya kasus penipuan digital di Indonesia.
Untuk mendukung pemanfaatan jaringan 5G selama libur akhir tahun, Indosat juga menyiapkan sejumlah paket data 5G bagi pelanggan IM3 dan Tri, dengan harga dan masa aktif yang disesuaikan kebutuhan komunikasi, hiburan, dan produktivitas.
Dengan kombinasi ekspansi jaringan 5G, optimasi berbasis kecerdasan buatan, serta perlindungan digital, Indosat menegaskan komitmennya menghadirkan konektivitas yang stabil dan aman guna mendukung aktivitas masyarakat Jakarta Raya selama perayaan Natal dan Tahun Baru.


